Rabu, 22 Februari 2017

About A Frog

Put a frog into a vessel fill with water and start heating the water.
As the temperature of the water begins to rise, the frog adjust its body temperature accordingly.
The frog keeps adjusting its body temperature with the increasing temperature of the water. Just when the water is about to reach boiling point, the frog cannot adjust anymore. At this point the frog decides to jump out.
The frog tries to jump but it is unable to do so because it has lost all its strength in adjusting with the rising water temperature.
Very soon the frog dies.
What killed the frog?
Think about it!
I know many of us will say the boiling water. But the truth about what killed the frog was its own inability to decide when to jump out.
We all need to adjust with people & situations, but we need to be sure when we need to adjust & when we need to move on. There are times when we need to face the situation and take appropriate actions.
If we allow people to exploit us
physically, emotionally, financially, spiritually or mentally they will continue to do so.
Let us decide when to jump!
Let's jump while we still have the strength

Selasa, 27 Desember 2016

2k16

Oh.. Ini semacam postingan akhir tahun. Sampailah kita pada penghujung tahun 2k16 (dibacanya two key sixtin ya!) ini. Cukup banyak yang terjadi di tahun ini seperti pencapaian diri, dan lebih banyak perpisahan. #sedih

Pencapaian Diri.
As me know, Alhamdullilahirabbil'alamin, pada tahun ini bisa menyelesaikan studi Teknik Sipil di Universitas Islam Indonesia yang kutempuh selama 4 tahun belajar + 1 tahun bermain, aka 5 tahun masa studi. Ternyata cukup lama juga. Tetapi, kurasa selama itu sudah cukup bagiku untuk bermain-main bersama kawan-kawan yang kini satu persatu juga udah pada mentas, walaupun juga ada yang belum. Menjadi lulus adalah sebuah anugrah, tetapi yang perlu diperjuangkan adalah masa setelah itu. Masa depan. Masa depanku yang kini masih kuperjuangkan, masih kupertanyakan, dan masih menjadi kerisauan puncak kehidupanku. Oh... nasib...

Ini aku sewaktu wisuda. Ada cahaya Ilahi, mungkin supaya aku cepat sadar.
Menjadi tidak berstatus (aka pengangguran) adalah suatu beban yang berat, besar, dan menjemukan untukku. Walaupun dengan tidak bekerjapun, diriku masih bisa hidup juga, masih bisa bernafas dan makan cukup, tetapi, manusia selalu merasa tiada puas. Koloni manusia itu tipikalnya suka melihat keatas, yang puncak-puncak, yang menyilaukan. Begitupun aku. Aku suka membaca berita tentang wanita-wanita hebat. Hebat bisa dalam artian macam-macam. Dan aku ingin seperti itu, seperti wanita-wanita hebat itu. #hangingmydream

Perpisahan.
Selain menghadapi masa-masa purna kuliah, aku juga menghadapi banyak sekali perpisahan. Ada yang pamit, ada pula yang tidak. Juga pertemananku dengan sekawanan Delapan++ yang Alhamdullilahirabbil'alamin juga semuanya telah purna kuliah dan yang masih struggle juga memperjuangkan masa depan. Untuk teman-teman semasa kuliah, banyak sekali yang telah pulang ke daerahnya masing-masing, ada juga yang telah meninggalkan Jogja namun juga tidak pulang kampung. Untuk perpisahan ini, paling sedih adalah masa-masa kepulanganmu, dan ada manusia-manusia keji yang pergi tanpa pamitan (halah #lebay). Padahal aku menganggap mereka teman-teman teratasku, yang kupercayai, tetapi, mungkin mereka tidak menganggapku demikian pula. Tak apa, kadang kita memberi jantung juga tidak dibalas dengan jantung, mungkin dibalas brutu, itu sudah biasa. Tapi aku tetap sayang mereka semua.

Kekecewaan (lagi)
Aku menulis ini pasca tidak diterimanya aku di suatu tempat yang kuharap juga bisa memberiku lahan rejeki. Ternyata memang Tuhan berkehendak lain. Dia masih ingin saya kecewa. Tiada apa-apa. Tapi cukup sedih juga merana.

Buku.
Buku juga menjadi bagian penting dalam hidupku di tahun 2k16 ini (di hidup-hidup sebelumnya juga sih). Buku memberikan aku ruang tersendiri. Seperti kamar dalam rumahku. Lebih private dan intim. Aku berhasil menyelesaikan buku serial terakhir Supernova yaitu Intelegensi Embun Pagi yang merupakan kado dari Mbakku (berarti kubeli bulan Februari) dan baru kuselesaikan bulan Desember. Buku yang luar biasa mempesona dan memikat pikiran juga fantasiku dan dengan bangga kunobatkan menjadi buku terbaikku 2k16. Dan untuk buku-buku lainnya aku membaca Dilan, Dilan #2 dan Milea karya Piqi Baiq, Khadijah oleh Sibel Eraslan yang berkebangsaan Turki, SAIA-nya Djenar Maesa Ayu, Hujan Bulan Juni (novel) oleh my favorite Sapardi Djoko Damono, Tidak Ada New York Hari Ini buku puisi paling kekinian 2k16 dari penulis puisi Aan Mansyur yang belinya harus pesan terlebih dulu di Togamas, Sepotong Senja Untuk Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma yang membuatku jika punya anak perempuan kelak ingin kunamai ia Alina. Malam Ini Aku Akan Tidur Di Matamu sebuah buku kumpulan puisi kado kelulusan dari teman kuliah karya Joko Pinurbo, Moonson Tiger and Other Stories (yang belum selesai juga kubaca karena pakai english) maafkan aku Rain Chudori karena belum menyelesaikan buku karyamu, dan buku terakhir adalah Pacar Seorang Seniman, kumpulan cerpennya WS. Rendra yang bikin gaya bahasa dan penulisan kali ini menjadi agak begini. Belum banyak buku yang kubaca sepanjang tahun, maka salah satu resolusi tahun depan adalah perbanyaklah membaca! #booksforlyfe
love . crush .
Apalagi ya...

Jalan-jalan.
Aku tidak akan menyebut diriku sebagai seorang traveller karena memang aku belum bisa dikatakan sebagai itu, tetapi aku suka jalan-jalan. Akhir-akhir ini aku agak lumayan sering jalan-jalan keluar kota yang tentu saja bukan karena alasan "totally pure" niat jalan-jalan, tetapi karena ada urusan tes kerjaan, saya sambil jalan-jalan. Nggak banyak kota juga kukunjungi. Tapi saya sempat jalan-jalan ke Semarang dan Bandung. Sebenarnya Jakarta juga sih. Saya biasanya hanya mengunjungi landmark city-nya masing-masing kota saja. Misalnya waktu ke Semarang, aku ke Lawang Sewu dan Klenteng Sam Poo Khong dan untuk kota Bandung saya ke Alun-Alun Bandung saja karena suatu alasan, juga jalan-jalan di sekitaran Jalan Asia Afrika yang bagus tetapi ramai banget kendaraan. Sayangnya waktu itu tiada sempat masuk ke Museum Asia Afrika. Semoga ada kesempatan lagi. Di Bandung aku ketemuan aja sama Tisyul, juga sama Mbak Tenny waktu udah di Stasiun Kiaracondong.
tiles of journey (halah)
Last Paragraph.
Memutuskan untuk tidak memposting resolusi tahun depan. Sekian.

Senin, 31 Oktober 2016

Voor de verjaardag!

jarak

waktu

hari ini

doa

dan hari yang baik

foto terganteng 2016 (katanya)





Senin, 10 Oktober 2016

Twice

Aku merasa tahun ini telah dibunuh dua kali.
Aku merasa sangat amat sedih telah menjadi korban dari perasaanku sendiri. Aku tahu, menjadi orang yang ditinggalkan itu sangat sakit. Aku pernah merasakan sampai ingin reinkarnasi. Tapi, waktu itu, ada sesuatu yang cukup menyembuhkanku dari sekarat. Ucap saja dia seorang tabib. Tabib itu menawarkan obat, mendengarkan cerita, bersama melalui hari-hari yang buruk. Kadang ketika emosi, aku menyalahkan tabib itu. Karena obatnya yang salah takar. Tabib itu orangnya misterius. Dia tidak terbuka. Hanya sering menawarkan obat. I always thinking about the idea of people leaving nowdays.

As soon, si tabib tenyata perlu juga untuk mengembangkan diri. Dia dan aku sepakat, kalau hidup itu perihal selalu menjadi yang lebih baik, dan inilah saatnya. Suatu malam, si tabib meninggalkanku sendirian. Aku tidak sadar kalau si tabib telah pergi karena aku sok sibuk juga. He did not tell something to me. He did not even give me any clue. Or, maybe i'm the one that isn't notice?

I really don't know what love is. Love? It's really something i can't imagine.

Long time ago, aku baca sebuah quote jahanam yang akhirnya menenggelamkanku pada masalah-masalah yang lain.

Tonight i was screwed up by that tabib. Why he didn't tell me?? Why don't he text me, even just saying good bye?? Mungkin masih bisa ketemu sih, tapi, tidakkah pamit itu penting?? Oh Tuhan...... I hate this.

After i watched "How To Be Single" movie, i know something that "i can so anything by myself, but i think, from today, i'm just don't want to."
.
.
.
.
Feeling so lonely........