Pos

Ingin Menulis Saja

Gambar
Hari ini aku lagi pengen nulis aja. Jam 20.24, aku sudah makan dan akan mengerjakan sesuatu tapi aku mau nulis dulu. Entah ya nulis apa.
Aktivitas-pun ya begini. Alhamdullilah sudah nggak begitu gabut untuk saat-saat ini. Beberapa hari atau minggu yang lalu, saya beli empat buku, dua terbitan MOJOK dan dua lagi tulisannya Haruki Murakami yang sudah diterjemahkan oleh seseorang yang saya nggak baca namanya. Ke-empat-empatnya belum kelar karena saya baca untuk pengantar tidur. Hari-hari ini lagi susah tidur padahal saya sangat lelah.
Nanti kalau bacanya sudah selesai, saya review di "warung" sebelah, bukan disini.
Dua hari, kemarin dan hari ini, saya jajan ke McD terus. Jajan fanta float dan kentang goreng saja. Dan saya belum sempat cek ke dokter bagaimana kandungan gula di tubuh saya ini. Saya memohon, agar sebarannya baik, dan timbangan saya tetap. Gitu aja.
Besok teman saya wisuda. Kalau tidak ada halangan, akan ke kampus. Dan sampai sekarang saja saya masih ke kampus. Kok ras…

About A Frog

Put a frog into a vessel fill with water and start heating the water.
As the temperature of the water begins to rise, the frog adjust its body temperature accordingly.
The frog keeps adjusting its body temperature with the increasing temperature of the water. Just when the water is about to reach boiling point, the frog cannot adjust anymore. At this point the frog decides to jump out.
The frog tries to jump but it is unable to do so because it has lost all its strength in adjusting with the rising water temperature.
Very soon the frog dies.
What killed the frog?
Think about it!
I know many of us will say the boiling water. But the truth about what killed the frog was its own inability to decide when to jump out.
We all need to adjust with people & situations, but we need to be sure when we need to adjust & when we need to move on. There are times when we need to face the situation and take appropriate actions.
If we allow people to exploit us
physically, emotionally…

2k16

Gambar
Oh.. Ini semacam postingan akhir tahun. Sampailah kita pada penghujung tahun 2k16 (dibacanya two key sixtin ya!) ini. Cukup banyak yang terjadi di tahun ini seperti pencapaian diri, dan lebih banyak perpisahan. #sedih
Pencapaian Diri. As me know, Alhamdullilahirabbil'alamin, pada tahun ini bisa menyelesaikan studi Teknik Sipil di Universitas Islam Indonesia yang kutempuh selama 4 tahun belajar + 1 tahun bermain, aka 5 tahun masa studi. Ternyata cukup lama juga. Tetapi, kurasa selama itu sudah cukup bagiku untuk bermain-main bersama kawan-kawan yang kini satu persatu juga udah pada mentas, walaupun juga ada yang belum. Menjadi lulus adalah sebuah anugrah, tetapi yang perlu diperjuangkan adalah masa setelah itu. Masa depan. Masa depanku yang kini masih kuperjuangkan, masih kupertanyakan, dan masih menjadi kerisauan puncak kehidupanku. Oh... nasib...
Menjadi tidak berstatus (aka pengangguran) adalah suatu beban yang berat, besar, dan menjemukan untukku. Walaupun dengan tidak bekerjap…

Voor de verjaardag!

Gambar
jarak
waktu
hari ini
doa
dan hari yang baik





Twice

Aku merasa tahun ini telah dibunuh dua kali.
Aku merasa sangat amat sedih telah menjadi korban dari perasaanku sendiri. Aku tahu, menjadi orang yang ditinggalkan itu sangat sakit. Aku pernah merasakan sampai ingin reinkarnasi. Tapi, waktu itu, ada sesuatu yang cukup menyembuhkanku dari sekarat. Ucap saja dia seorang tabib. Tabib itu menawarkan obat, mendengarkan cerita, bersama melalui hari-hari yang buruk. Kadang ketika emosi, aku menyalahkan tabib itu. Karena obatnya yang salah takar. Tabib itu orangnya misterius. Dia tidak terbuka. Hanya sering menawarkan obat. I always thinking about the idea of people leaving nowdays.

As soon, si tabib tenyata perlu juga untuk mengembangkan diri. Dia dan aku sepakat, kalau hidup itu perihal selalu menjadi yang lebih baik, dan inilah saatnya. Suatu malam, si tabib meninggalkanku sendirian. Aku tidak sadar kalau si tabib telah pergi karena aku sok sibuk juga. He did not tell something to me. He did not even give me any clue. Or, maybe i'm the o…

Tentang Payung Teduh

Hari ini aku mengingat kita. Dulu, kita sering pergi walaupun tidak berdua saja. Kita dulu pergi ramai-ramai bersama kawan-kawan yang lain. Kemana saja, ke acara dan ketempat yang kita suka. 
Dulu kita pernah ke Affandi, tetapi tidak berdua saja. Tetapi kita menemukan waktu berdua melihat-lihat lukisan-lukisan Affandi yang absurb, hingga kita menemukan istilah "Your Face In The Night" karena melihat salah satu sket Affandi. Dan, di Affandi adalah tempat pertama dan akan ada beberapa tempat lagi yang kita kunjungi.
Aku ingin secara random saja dimana kita dulu pernah pergi ramai-ramai bersama kawan.
Setelah dari Museum Affandi, mungkin aku akan mengingat waktu kita pergi ke FKY. Itu tahun kemarin, setelah kamu pulang liburan dari Bali yang cukup lama. Kita ke FKY nonton Agus Noor. Yang ternyata Agus Noor walaupun nampak tua tapi style-nya masih anak muda banget. Waktu itu malam sastra, Agus Noor menceritakan sebuah cerita. Kita kesana nggak datang berdua saja. Kita ramai ber…

Nonanano

Gambar
Selama 1,5 tahun menjalani Tugas Akhir, tentu aku nggak fokus-fokus banget dalam menjalaninya. Maksudku, kalo aku fokus, nggak mungkin selesai selama itu, pasti lebih sebentar (PD). Banyak sih, hal-hal diluar itu (Tugas Akhir) yang menyelimutiku. Prahara demi prahara yang benar ada atau sekedar diada-adakan. hehehe


Yang cukup menyita perhatianku untuk kutulis malam ini adalah mengenai dunia persahabatanku dengan 9 perempuan lain. Ingat ya, perempuan!
Tahun ini, bagi kami merupakan tahun-tahun yang cukup menyita perhatian, melelahkan, lucu, aneh, dan serba ingin dimengerti. Pokoknya perempuan banget! Juga tidak lupa tentang perpisahan, kepergian, dan pulang bertemu lagi. Ya, setiap orang pasti mengalami hal itu seiring bertambahnya umur, juga tuntutan masa depan. 
Dari kami bersepuluh, Tisyul adalah perempuan pertama yang dengan "tega" berpisah dengan kami. Ia melanjutkan perjalanannya ke Bandung, tempat fashionista, ribuan tempat hits, dan jajanan asyik. Kepergian Tisyul me…